Profil Alireza Jahanbakhs



Alireza Jahanbakhsh Jirandeh (Persia: علیرضا جهانبخش جیرنده, pengucapan Persia: [æliːɾezɑː dʒæhɑːnˈbæxʃ]; lahir 11 Agustus 1993) ialah pemain sepak bola karieronal Iran yang bermain untuk winger serta pemain striker tengah untuk timnas serta timnas serta club Liga Premier.. Ia sebagai wakil Iran di Piala Dunia FIFA 2014, Piala Asia AFC 2015, Piala Dunia FIFA 2018 serta Piala Asia 2019 AFC. Jahanbakhsh sebagai wakil Iran di level U20 serta U23.

Di tahun 2014 Jahanbakhsh dipilih untuk bakat muda paling hebat ke-2 pada musim 2013–14 Eredivisie. [4] Pada musim 2017–18 Eredivisie, Jahanbakhsh cetak 21 gol liga serta jadi pemain Asia pertama sebagai pembuat gol paling banyak di liga penting Eropa.

Pada 25 Juli 2018, Jahanbakhsh ditransfer ke club Liga Premier Brighton & Hove Albion dengan ongkos rekor club yang dirahasiakan, tanda-tangani kontrak lima tahun. [49] Ia memberitahukan di Instagram-nya jika ia akan menggunakan nomor 16, nomor yang sama yang ia gunakan pada musim pertama kalinya di NEC.

Pada 11 Agustus 2018, Jahanbakhsh lakukan kiprahnya untuk Brighton untuk alternatif dalam laga pembukaan club musim Liga Premier menantang Watford. [51] Walau dia bermain 25 laga pada musim ini sebab luka serta performa yang jelek dia tidak membuahkan gol serta assist.

Dengan perkembangan manajerial di Brighton dengan Graham Potter gantikan Chris Hughton, Jahanbakhsh jarang-jarang mendapatkan dianya dalam tim laga sampai 8 Desember 2019 saat dia masuk untuk pemain cadangan dalam laga menantang Wolverhampton. Pada 28 Desember 2019, dia cetak gol pertama kalinya untuk club pada awal pertama kalinya menantang Bournemouth. Alireza diliputi emosi serta nampak menangis sesudah cetak gol pertama kalinya untuk timnya. Pada 1 Januari 2020, dia cetak gol sepakan tendangan keseimbangan untuk Brighton serta Chelsea. Gol menantang Chelsea selanjutnya diambil oleh beberapa orang untuk Goal of the Month untuk Januari.

Jahanbakhsh sudah dibanding dengan legenda Iran Mehdi Mahdavikia. [66] Di Belanda, Jahanbakhsh menunjukkan dianya untuk pemain yang beresiko serta pacy. [67] Dalam beberapa interviu, Jahanbakhsh mengutarakan mimpi seumur hidupnya ialah bermain di Bundesliga, walau ada ketertarikan besar kepadanya dari faksi Italia serta Inggris yang mengatakan jika untuk seorang anak dia tumbuh besar melihat pujaannya Ali Daei, Ali Karimi serta Vahid Hashemian bermain untuk Bayern Munich serta Mehdi Mahdavikia untuk Hamburger SV.

Popular posts from this blog

AI at COP30

A fragile environment

What else can change the vagina’s length